REFLEKSI & PENYOLIDAN BEM FIK UNNES 2013

DSCN9922

Ketika kaki kecil ini melangkah,
ketika tubuh lemah ini diperturutkan,
ketika batin ini dipertaruhkan,
dan peluh ini pun menetesi kolam kesabaran..
Dibalik itu semua,
tahukah engkau tentang suatu perniagaan agung,
seperti yang telah dijanjikan,
kepada orang-orang sebelummu..
SELAMAT PAGI! HIDUP MAHASISWA!!!
Refleksi

Tanpa terasa (yah..mungkin terasa, entah itu sedikit atau banyak) kita memulai kebersamaan kita dalam mengarungi bahtera BEMFIK Bersama Kita Bisa di lautan perjuangan. Entah  berapa banyak guncangan akibat diterjang ombak dan badai yang terjadi di sekeliling kita kedepan. Namun, alangkah bijaknya jika apa yang telah terjadi hingga saat ini kita coba himpun dan jadikan sebagai bahan renungan ‘tuk perbaikan ke arah yang lebih baik. Ingat! We’re The Agent of Change ! Jangan pernah stagnan pada satu posisi tertentu, tapi terus dan terus bergerak dan berkembang menuju arah lebih baik karena diam adalah mati.

Sudahkah diri kita mengenal organisasi yang tengah kita terjuni ini? (paling engga, tau visi-misi en kenal ma presma-wapresma deh..tapi klo bisa ya lebih dari itu, macem departemen apa aja yang ada di dalamnya dan kerjanya ngapain aja, dll). Di BEMFIK kita dapat belajar banyak hal, mulai dari mengelola waktu, SDM, mengasah kemampuan softskill, dan kita juga dapat belajar mengenai bagaimana membuat suatu acara.

Sudah banyak dan beraneka ragam jenis acara yang diselenggarakan, mulai dari diskusi, seminar, talkshow, perlombaan, seni, pertunjukkan, pelatihan, keakraban, dll. Yang amat disayangkan apabila acara-acara tersebut sudah lewat maka tidak begitu membekas pelajaran-pelajaran berharga yang seharusnya dapat diambil oleh para pengurus BEM FIK, seperti kendala apa yang dihadapi, bagaimana cara untuk menjalin hubungan dengan pihak A, bagaimana cara untuk mengadakan acara seminar yang memenuhi standar, dll. Sehingga tidak jarang setiap kali ada acara baru, maka kepanitiaan yang ada di dalamnya pun belajar segalanya dari awal lagi (kecuali bagi yang memang sudah berpengalaman).

Bila antar kepanitiaan maupun departemen terjalin komunikasi atau dapat saling belajar satu sama lain, tentulah acara yang jalannya belakangan akan jauh lebih sempurna karena kekurangan-kekurangan yang terjadi pada acara sebelumnya telah dipelajari. Itulah sebabnya mengapa penting bagi kita ’tuk hadir ke acara-acara yang diadakan oleh BEM FIK. Minimal kita jadi dapat gambaran jika ingin mengadakan ”A” maka apa yang harus kita lakukan, baiknya seperti apa, bagaimana dekorasinya, publikasi, dll.

Introspeksi

Mungkin kadang terbesit dalam benak kita, ”departemen A ngapain aja sih?ko kayaknya ga da kerjaan!”, ”si A ko ga pernah kelihatan ya?”, dll. Merupakan hal yang manusiawi jika diri kita marah saat ada yang mengkritik kita demikian. Namun, yang terkadang terlupakan oleh kita yaitu, berkaca pada diri kita sendiri. Apakah diri kita ini telah menjalankan amanah yang diemban dengan sebaik-baiknya, sehingga kita masih dapat mengkoreksi orang lain? (wow..jika begitu, berarti kepedulian kita tinggi terhadap yang lain. Akan tetapi, jangan sampai kita hanya menjadi pengkritis sejati tanpa memberikan solusi! Ataupun menjadi orang yang ga mau tahu yang penting kerjaan beres! Bisa jadi teman kita itu butuh bantuan yang real disini, atau bisa jadi justru diri kita yang belum tahu kinerja dia sesungguhnya dan hanya menilai dari sebatas apa yang kita tahu saja). Sedangkan, bagi diri yang dikritisi tentulah ada sebab mengapa demikian, karena bisa jadi saat itu memang kerja kita belum optimal. Apa yang telah kita berikan kepada rekan-rekan kita, departemen kita, BEM FIK, almamater kita, dan masyarakat dalam tempo setengah tahun ini? coba tanyakan kembali pada dirimu, sebenarnya apa aja sih yang sudah kamu hasilkan dari awal kepengurusan hingga sekarang?
Peduli

Minimal kepada diri sendiri. Jangan sampai kita terlalu fokus pada pekerjaan hingga seringkali lupa makan, lupa hari, lupa tanggal, dan yang paling parah lupa siapa dirinya!!Lalu peduli kepada rekan kita, seperti menanyakan kabar, dan yang mungkin terdengar sepele namun tidak jarang dilupakan yaitu pertanyaan, ”Apakah kamu sudah makan?”. Peduli terhadap departemennya dan proker-proker dari departemennya, karena kesolidan sebuah tim adalah tanggung jawab setiap individu di dalamnya. Baru kemudian peduli terhadap departemen lain dan proker2 lain. Seberapa jauh diri kita turut berkontribusi di dalamnya? (yah..minimal menginformasikan pada teman sekelas kita mengenai adanya acara-acara tersebut). Yang harus diwaspadai adalah ketika diri kita malah lebih fokus pada proker atau departemen lain ketimbang proker atau departemen kita, karena disitulah amanah utama kita.
Etika

Hal ini harus diperhatikan karena mahasiswa dikenal sebagai kaum intelektual. Jangan lupa ucapkan salam ketika hendak masuk sekret. Terutama ’tuk kepanitiaan, ketika singgah ke sekret hendaknya memperkenalkan diri terlebih dahulu kepada mereka yang ada di dalam, dan jangan langsung nyelonong masuk aja tau2 langsung pakai telpon (mangnya di wartel?!).
Ta’aruf

Nampaknya menjadi suatu fenomena tersendiri bagi anak BEM ketika mereka tidak saling kenal satu sama lain. Sudahkah diri kita mengenal seluruh pengurus BEM FIK? (udah sebulan, lho! jangan-jangan ma temen se-departemen sendiri ada yang masih belum kenal?! dan yang lebih parah lagi klo sampai ga kenal siapa menterinya!). Sebagai contoh, pernah suatu ketika ada panitia kegiatan A, kita sebut saja ”Mawar” yang datang ke sekret untuk menelpon. Tidak lama berselang datang ”Melati” yang menggunakan komputer. Ternyata si ”Melati” ini adalah anak BEM FIK dari departemen yang mengadakan kegiatan A dimana dia sekaligus sebagai panitianya. Namun, kenyataannya mereka belum saling kenal dengan alasan beda divisi! Ini dapat menjadi suatu bahan evaluasi.

Walaupun sudah ada kegiatan macamnya upgrading dan rakab, namun sepertinya tidaklah cukup. Tetap saja masih banyak yang belum saling kenal, entah karena ia jarang ikut kumpul, malu berkenalan ketika bertemu, atau karena berbagai sebab lainnya. Bisa jadi yang dia kenal hanya rekan se-departemennya saja. Hal-hal seperti inilah yang dapat menjadi awal dari lahirnya departemenisasi dan kerja sendiri-sendiri berdasarkan proker masing-masing. Apakah itu yang diharapkan? bukankah kebersamaan itu lebih baik daripada sendiri-sendiri? karena dengan bersama kelemahan kita ’kan tertutupi oleh yang lain. Namun, jangan hanya karena itu alasan kita bersama, melainkan setiap departemen tentunya punya kelebihan dan keunikannya masing-masing sehingga disinilah tempat kita untuk saling melengkapi layaknya membangun bata-bata dengan pasir, semen, dan batu menjadi sebuah istana.

Memang proker departemen sendiri tidak boleh terlupakan, tapi tentunya tidak setiap saat setiap waktu kita terus-terusan ada agenda ’kan? dan saya yakin, masih ada para pengurus yang hingga saat ini belum termaksimalkan potensinya dan belum terberdayakan. Okelah jika ada yang tidak sependapat, namun bagi yang sependapat maka sudah saatnya kita untuk bergerak! bangun kebersamaan dari sekarang juga! sehingga kita berjalan beriringan dan wawasan kita tidak terbelenggu pada satu titik saja.
Teman..
Janganlah engkau berjalan di depanku sehingga meninggalkanku,
jangan pula berjalan di belakangku sehingga aku membelakangi dan meninggalkanmu,
namun jalanlah di sampingku sehingga kita dapat berjalan berdampingan…

Solusi

1. Hadir pada acara yang diadakan oleh departemen lain. Lebih baik lagi bila kita ikut membantu beres-beres pas malam sebelumnya.

2. Mengakui dukungan antar pengurus dalam keadaan senang dan susah, sebagai ungkapan rasa bahwa kekuatannya sendiri tidak akan berarti dalam kehidupan.

3. Mengasah kepekaan/empati/kepedulian kita terutama terhadap sesama pengurus.

4. Saling memberi nasehat, baik lewat sms, media internet, tulisan-tulisan membangun, dll (up 2 u).

5. Budayakan salam ketika bertemu dan ketika masuk ke suatu ruangan.

6. Budayakan berkenalan dengan orang-orang yang datang berkunjung ke sekret dan rekan-rekan yang ikut kepanitiaan.

7. Hadir pada rapat kabinet, rapat departemen, rapat biro, dan rapat kepanitiaan yang diikuti. Ingin mencoba yang lebih extreme? dateng aja ke rapat departemen lain, minimal untuk kenalan en tau sikon dari departemen itu (jadi tamu tak diundang he..).

8. Perlu adanya ta’aruf/berkenalan/silaturrahim antar departemen dalam BEM. Tidak perlu repot-repot pakai surat, makanan, de el el. Cukup kita meluangkan waktu dari departemen kita dan kita mengundang anak-anak dari departemen lain ’tuk hadir ke rapat kita. Yang dibahas bisa macam-macam, mulai dari berkenalan antar pengurus, penjelasan jobdesk departemen itu, kegiatan yang tengah diadakan atau sedang diadakan dalam waktu dekat, kegiatan gathering bareng, de el el yang tentunya ga perlu dibatasi kretivitasnya.

9. Jika ada waktu luang, datang aja ke sekret, toh itu rumah kita juga. Kalau ada yang belum kita kenal disana, ya diajak kenalan. Kalau berantakan ya diberesin. Kalau komputer kena virus ya di-scan-in. Kalau sekret sepi ya diberisikin. Kalau telpon ga bisa dipake ya rekeningnya dibayarin.

574784_479095378812892_354174670_n

About bemfikunnes

-BEM sebagai organisasi yang bermitra dengan mahasiswa -Membangun koordinasi dan relasi antar lembaga di FIK Unnes yang harmonis demi tercapainya kemajuan bersama -Menumbuh kembangkan minat, bakat, dan potensi mahasiswa FIK Unnes melalui peningkatan apresiasi terhadap sportivitas, kreatifitas, dan kapabilitas mahasiswa FIK Unnes
Image | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s